<< December 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Friday, December 15, 2006
Demo Yang Salah Sasaran

    Kamis 14 Desember 2006 beberapa organisasi pekerja mengadakan demonstrasi didepan kantor walikota batam. Salah satu dasar tuntutannya adalah kenaikan UMK. Menurut survey yang mereka bikin, kebutuhan minimum dikota batam adalah 1.100.000 per bulan. Sebuah angka yang masuk akal sebenarnya buat saya. Biaya hidup disini memang mahal. Hampir semua bahan pokok diimpor dari luar pulau. Dan biaya transportasi juga tinggi sekali. Sistem angkutan umumnya juga jalan ditempat. Tidak pernah ada tambahan trayek. Padahal banyak sekali daerah-daerah perumahan baru yang dibuka. Angkutan yang ada kebanyakan taksi dengan sistem tawar menawar.
    UMK batam sekarang adalah 635.000 per bulan. Jelas jauh dari hasil survey yang didapat. Tapi mendemo walikota untuk menaikan umk kok rasa2nya salah sasaran. Begini ceritanya, sehari sebelum demo, beberapa teman yang bergabung diSPMI (Serikat Pekerja Metal Indonesia) serem ya namanya? Ngobrol didekat2 saya. mereka sebenarnya tau kalo salah satu biang macet nya diplomasi untuk menaikan umk itu ada disalah satu pengusaha lokal disini. Pengusaha ini punya salah satu industri perakitan elektronik terbesar, Karyawannya ribuan. Pengamatan sekilas sih, orang ini menguasai hampir seluruh sektor industri disini dari hulu sampai kehilir. Dan kebijakan untuk menaikan umk tahun lalu mandek pada saat si bapak ini berkata kepada pak walikota, "silahkan kalo bapak mau menaikan umk. Berapa pun saya nurut saja. Tapi setelah umk itu naik saya tidak bisa menjamin apakah perusahaan saya akan bisa terus hidup".
    Bapak walikota pun lalu mikir2. Orang yang barusan ngomong itu memang bukan orang sembarangan. Kalo setelah umk dinaikan terus pabriknya tutup gimana? Siapa yang harus nanggung puluhan ribu karyawannya itu? Hasil akhirnya seperti yang bisa diperkirakan, umknya tidak jadi naik. Dan hampir semua orang batam  yang punya kuping dalam kondisi baik pasti pernah denger cerita ini. Sudah jadi cerita umum. Saya dengar cerita itu setahun yang lalu, waktu kedatangan saya baru sebulan usianya.
   Lha terus kenapa musti ke walikota demonya? Kenapa nggak kerumahnya si bapak itu? kan lebih jelas! Lebih tepat sasaran! Ah mungkin ada agenda lain lagi yang ingin disampaikan.

Didi.

Posted at 11:04 am by je98

web design
June 25, 2009   10:22 AM PDT
 
TENTANG ADA KENAIKAN TU KE
malaysia web design
June 20, 2009   10:55 AM PDT
 
APA YG BETUL
malaysia seo
May 18, 2009   06:02 PM PDT
 
BETUL 2
Helgeduelbek
December 15, 2006   11:43 PM PST
 
Lah walikota bukannya pemegang kekuasaan tertinggi dalam penentuan UMK?
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home